judul besar Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. 2021 Jan 2021Company EstablishedTimeline Item 1Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Minima incidunt voluptates nemo. March 2021New office in CaliforniaTimeline Item 2Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Minima incidunt voluptates nemo. 2022 April 2022First Product LaunchTimeline Item 3Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Minima incidunt voluptates nemo. September 2022Entering Stock MarketTimeline Item 4Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Minima incidunt voluptates nemo.
PEMBERDAYAAN USAHA KERIPIK PISANG MELALUI PENERAPAN MESIN SPINNER MINYAK DI UD “FIFI” DESA BADEAN KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER
Dr. Ir. R. Abdoel Djamali, M.Si; Dr. Dhanang Eka Putra, SP., M.Sc, Naning Retnowati, S.TP., M.P.; Paramita Andini, S.ST., M.ST Politeknik Negeri Jember – Program Pengabdian kepada Masyarakat PNBP 2026 JEMBER — Upaya meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi usaha mikro pengolahan pangan terus dilakukan Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMKM Binaan. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di UD “FIFI”, usaha keripik pisang di Dusun Krajan II, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, melalui penerapan teknologi mesin peniris minyak (spinner) sistem sentrifugal. Kegiatan ini diketuai Dr. Ir. R. Abdoel Djamali, M.Si., dengan anggota Dr. Dhanang Eka Putra, SP., M.Sc., Naning Retnowati, S.TP., M.P., dan Paramita Andini, S.ST., M.ST. Kegiatan didukung oleh lima mahasiswa Program Studi Manajemen Agroindustri Polije. Program berlangsung selama delapan bulan, Maret–Oktober 2026, dengan sumber dana PNBP Politeknik Negeri Jember Tahun 2026. UD “FIFI” yang dikelola Ibu Emi Ratnawati merupakan usaha mikro pengolahan keripik pisang yang berdiri sejak 2024 dan melibatkan tiga tenaga kerja perempuan setempat. Sebelum adanya intervensi teknologi, proses penirisan minyak setelah penggorengan dilakukan secara manual menggunakan tampah yang dilapisi kertas koran. Cara tersebut memerlukan waktu relatif lama, sekitar 40 menit untuk setiap 5 kg keripik, serta menyebabkan produk masih memiliki kadar minyak yang tinggi dan berisiko terhadap aspek higienitas pangan. Melalui program PkM ini, tim Polije memperkenalkan mesin spinner berbahan stainless steel SUS 304 dengan kapasitas 5 kg per batch. Mesin bekerja menggunakan gaya sentrifugal untuk memisahkan minyak permukaan dari keripik setelah proses penggorengan. Dalam praktiknya, beban operasional disarankan 3,5–4 kg per batch dengan waktu putar sekitar 3–4 menit. Hasil pendampingan menunjukkan perubahan yang terukur pada proses produksi. Berdasarkan laporan kemajuan kegiatan, kadar lemak keripik turun dari 28,7% menjadi 19,5%, atau berkurang 32,1%. Waktu penirisan untuk 5 kg keripik juga turun dari sekitar 40 menit menjadi 4 menit. Dengan demikian, waktu penirisan dalam satu siklus produksi berkurang dari sekitar 3,5 jam menjadi 0,6 jam. Selain meningkatkan efisiensi proses, penggunaan spinner juga mendukung peningkatan higienitas. UD “FIFI” telah menghentikan penggunaan kertas koran dalam proses penirisan dan mulai menerapkan lima SOP tertulis, meliputi SOP higienitas personal, sanitasi peralatan dan ruang produksi, operasional dan perawatan mesin spinner, pengelolaan minyak goreng, serta pengemasan dan pelabelan. Dari sisi mutu produk, hasil uji menunjukkan peningkatan daya simpan. Keripik yang sebelumnya memiliki daya simpan sekitar 7–10 hari, pada pengamatan sementara dapat bertahan hingga 28 hari dalam kemasan tertutup. Uji hedonik terhadap 15 panelis juga menunjukkan peningkatan penerimaan, terutama pada atribut kenampakan dan kerenyahan. Dampak penerapan teknologi turut terlihat pada kinerja produksi. Pada Agustus 2026, UD “FIFI” mencatat sembilan siklus produksi dengan rata-rata 28 kg per siklus atau total sekitar 252 kg per bulan, dengan penerimaan Rp12.096.000. Laporan kegiatan mencatat penerimaan tersebut meningkat 21,2% dibandingkan April 2026. Pemilik dan tenaga kerja UD “FIFI” telah mampu mengoperasikan mesin secara mandiri setelah mengikuti pelatihan. Pelatihan mencakup pengoperasian dan perawatan mesin, sanitasi, higienitas, penggunaan alat pelindung diri, pengelolaan minyak goreng, pengemasan, pelabelan, serta pengembangan usaha. Ketua tim PkM, Dr. Ir. R. Abdoel Djamali, M.Si., menyampaikan bahwa penerapan teknologi pada UMKM perlu diikuti dengan penguatan kemampuan sumber daya manusia dan sistem kerja. Karena itu, program ini tidak berhenti pada penyerahan mesin, tetapi dilanjutkan dengan pelatihan, penyusunan SOP, pendampingan produksi, serta evaluasi perubahan mutu dan keberdayaan mitra. Program pemberdayaan UD “FIFI” selanjutnya diarahkan pada penguatan pemasaran dan kemasan, penyelesaian dokumen pra-SPP-IRT, serta perluasan akses pasar. Dengan dukungan teknologi tepat guna dan pendampingan berkelanjutan, usaha keripik pisang di Desa Badean diharapkan semakin mampu menghasilkan produk yang lebih higienis, renyah, memiliki daya simpan lebih panjang, dan memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.
Dosen Polije Terapkan Mesin Chopper Pakan di Peternakan Domba Milik Alumni, Waktu Siapkan Pakan Terpangkas Dua Pertiga
Penulis: Tim PkM UMKM Dombakara Binaan Politeknik Negeri Jember JEMBER, 25 September 2026. Tim dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) menerapkan teknologi mesin chopper pakan dan pendampingan manajemen usaha di Dombakara Jember, peternakan domba milik alumni Polije di Tegal Bagu, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat skema UMKM Binaan ini didanai PNBP Politeknik Negeri Jember Tahun Anggaran 2026 dan berjalan sejak Juni 2026. Tim diketuai Dyah Kusuma Wardani, S.ST., M.M., dosen Program Studi Manajemen Agroindustri Jurusan Manajemen Agribisnis, bersama Ratih Puspitorini Yekti Ambarkahi, S.E., M.M., Ponti Primastuti Aulia Nugraheni, S.E., M.Akun., dan Pascawati Savitri Universitasari, S.E., M.M. Kegiatan juga melibatkan lima mahasiswa Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional dalam pembelajaran berbasis proyek. Dombakara dikelola oleh A. Rheza Rachmana Vet, lulusan Program Studi Produksi Ternak Polije tahun 2013. Usaha yang dirintis sejak 2013 ini memelihara sekitar 150 ekor domba Suffolk, Dorper, dan Cross Texel, dengan penjualan rata-rata sekitar 30 ekor per bulan melalui kanal online. Kendala utamanya ada pada penyiapan pakan. Sekitar 150 kg pohon jagung dan hijauan setiap hari dicacah dengan alat sederhana, memakan waktu kurang lebih tiga jam, melibatkan empat orang, dan hasil cacahannya tidak seragam. Untuk menjawab persoalan itu, tim menyerahkan satu unit mesin chopper pakan beserta perlengkapan keselamatan kerja kepada mitra pada 3 Agustus 2026. Operator dan pekerja kandang kemudian dilatih cara mengoperasikan mesin, prosedur keselamatan kerja, pembersihan, dan perawatan pisau. Tim juga melatih mitra mengisi logbook pakan dan catatan arus kas sederhana, serta mendampingi penyusunan profil usaha dan konten promosi digital. “Mas Rheza adalah alumni Polije yang membuktikan bahwa lulusan vokasi mampu membangun usaha peternakan yang sehat. Tugas kami sebagai almamater adalah ikut memperkuat usahanya, supaya Dombakara bisa menjadi contoh bagi alumni dan peternak lain.” kata Dyah Kusuma Wardani. Hasil pemantauan sementara menunjukkan waktu penyiapan pakan turun dari sekitar 180 menit menjadi sekitar 56 menit per hari, dan tenaga yang terlibat langsung dalam pencacahan berkurang dari empat menjadi dua orang. Rata-rata panjang cacahan kini sekitar 0,6 cm dengan ukuran yang jauh lebih seragam, sehingga pakan lebih mudah diolah menjadi silase complete feed dan lebih sedikit yang tercecer. Dua pekerja yang sebelumnya mencacah dialihkan ke pemeliharaan dan kebersihan kandang. “Dulu mencacah pakan bisa sampai tiga jam dengan empat orang. Sekarang dua orang saja kurang dari satu jam sudah selesai, dan pekerja lainnya bisa fokus merawat kandang dan ternak.”, ujar A. Rheza Rachmana Vet. Menurut rencana, Dombakara akan dikembangkan sebagai lokasi belajar mahasiswa dan model usaha peternakan alumni Polije yang dapat direplikasi ke peternak lain. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 8, 9, dan 12, serta indikator kinerja utama perguruan tinggi melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa di luar kampus dan pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibiayai oleh dana PNBP Politeknik Negeri Jember Tahun Anggaran 2026 melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polije.